Chang Chen Beri Wejangan ke 6 Aktor Baru Taiwan di TCCF Golden Horse Showcase

Chang Chen Beri Wejangan ke 6 Aktor Baru Taiwan di TCCF Golden Horse Showcase
Chang Chen memberi arahan kepada enam aktor pendatang baru Taiwan dalam ajang TCCF x Golden Horse Awards: Taiwan Emerging Actors Showcase di Taipei.

AKSARATIME.COM — Chang Chen, Ketua Komite Eksekutif Taipei Golden Horse Film Festival, membekali enam aktor pendatang baru Taiwan dengan nasihat soal adaptasi di berbagai set film. Enam performer yang merupakan nomine atau pemenang Best New Performer Golden Horse Awards itu tampil dalam "TCCF x The Golden Horse Awards: Taiwan Emerging Actors Showcase" di Taipei. Ajang ini menghubungkan para aktor dengan tim kreatif internasional, investor, dan media.

Enam aktor yang dihadirkan adalah Bai Xiao-ying, Ho Man-xi, Rosen, Jimmy Liu, Ma Shih-yuan, dan Lin Yi-ting. Mereka semua memiliki kaitan dengan kategori Best New Performer di Golden Horse Awards, ajang penghargaan tertinggi sinema berbahasa Mandarin di Taiwan.

Siapa Saja Aktor yang Tampil di Showcase

Kurasi lineup menarik dari dua siklus Golden Horse Awards berturut-turut. Bai dan Ho merupakan nomine Best New Performer tahun ini, masing-masing lewat "Girl" dan "Sunshine Women's Choir".

Ma keluar sebagai pemenang kategori yang sama tahun lalu berkat "Left-Handed Girl". Sementara Rosen, Liu, dan Lin masuk daftar nomine lewat "Marching Boys", "Blind Love", dan "A Dance With Rainbows".

Bekal Latihan Fisik Para Aktor Muda

Bai mulai berakting pada usia 6 tahun dan kini tercatat sebagai mahasiswa jurusan film. Ia menyapa penonton dalam bahasa Mandarin dan Jepang, lalu menyebut telah berlatih seni bela diri tradisional Tiongkok selama satu dekade.

Ho menggambarkan dirinya sebagai pribadi yang lambat membaur, serius, dan penuh kontras. Latihan tarinya yang panjang membuatnya berambisi mencoba film aksi suspens atau peran yang menuntut kekuatan fisik.

Liu mengaku sudah menekuni taekwondo selama tujuh tahun. Adapun Ma melihat akting sebagai jalan keluar dari tekanan hidup.

"Ketika kamu memberikan dirimu sepenuhnya pada sebuah peran, penonton bisa merasakan ketulusanmu," kata Ma. "Itu bisa memberi kekuatan bagi orang lain dan membantumu lebih memahami diri sendiri."

Rosen bercerita soal kecintaannya pada alam dan bagaimana akting memberinya kesempatan mempelajari keterampilan baru. Saat menyiapkan satu proyek, ia belajar anggar gaya Barat dan sempat mengikuti kompetisi hingga memenangi satu pertandingan.

Keinginan Keluar dari Zona Nyaman

Bai, Ma, dan Liu kompak ingin melepaskan diri dari pola casting yang familiar. Ketiganya menyebut komedi atau peran antagonis sebagai tantangan yang ingin dicoba berikutnya.

Lin menyampaikan pandangan yang menyentuh soal posisi aktor. "Pada tahap ini, saya merasa lebih penting menerangi orang lain daripada menerangi diri sendiri," ujarnya.

Nasihat Chang Chen soal Fleksibilitas

Chang memuji penampilan keenam aktor tersebut. Ia menekankan bahwa aktor harus lentur menghadapi karakter dan tim produksi yang berbeda-beda.

"Aktor harus seperti air, berubah bentuk mengikuti wadahnya," kata Chang.

Soal produksi internasional, Chang menyebut setiap set punya atmosfer sendiri, baik yang dipimpin Wong Kar-wai maupun Hou Hsiao-hsien. Aktor, tambahnya, perlu memahami seberapa besar ruang yang diberikan sutradara dan tim produksi.

Ia juga mengenang pesan Ang Lee kepadanya. "Ang Lee pernah bilang aktor sebaiknya membaca autobiografi orang-orang dengan kepribadian berbeda. Tugas kita menghuni kehidupan banyak karakter lewat penampilan," ujar Chang.

Chang menutup dengan catatan realistis soal industri Taiwan. "Taipei mungkin tidak punya ekosistem industri seperti Hollywood, tapi kita bekerja di tempat yang kita kenal, dan itu bisa membantu kita melakukan karya terbaik," katanya.

Showcase ini menjadi jembatan bagi aktor-aktor baru Taiwan untuk dikenal tim kreatif, investor, dan media internasional. Golden Horse Awards sendiri tetap menjadi barometer utama bagi generasi baru sinema berbahasa Mandarin.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index