Ketua Komisi III DPR Kecewa Listyo Sigit Diduga Sadap Anggota Dewan

Ketua Komisi III DPR Kecewa Listyo Sigit Diduga Sadap Anggota Dewan
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menyatakan kekecewaan atas dugaan penyadapan yang menyasar anggota komisinya.

AKSARATIME.COM — Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menyatakan kekecewaannya atas dugaan penyadapan ilegal yang menyasar anggota komisinya, diduga dilakukan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama dua jenderal bintang dua aktif Polri. Legislator Partai Gerindra itu mengaku terkejut menerima informasi tersebut dan menilai kabar itu berlawanan dengan sikap DPR yang selama ini membela Listyo Sigit.

Habiburokhman menyampaikan reaksi itu di Gedung Nusantara III, Kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Menurut dia, informasi mengenai penyadapan terhadap anggota Komisi III DPR baru diterimanya dan langsung menimbulkan tanda tanya besar.

"Ya kita juga gimana ya, agak kaget juga dapat info seperti itu, ya," kata Habiburokhman.

Dukungan DPR ke Listyo Sigit Saat Menjabat Kapolri

Habiburokhman mengungkit peran Komisi III DPR yang selama ini memberikan dukungan penuh kepada Listyo Sigit ketika menjabat orang nomor satu di Korps Bhayangkara. Dukungan itu, menurut dia, diberikan secara terbuka di forum parlemen.

"Kalau teman-teman ikuti bagaimana selama ini kami ya, selalu berpendapat baik, membela yang bersangkutan dan lain sebagainya," ujarnya.

Pernyataan itu menjadi dasar kekecewaan Habiburokhman. Ia menilai kabar penyadapan terhadap anggota dewan berbanding terbalik dengan sikap Komisi III yang selama ini membela Listyo Sigit di setiap pembahasan kebijakan kepolisian.

Siapa yang Diduga Jadi Sasaran Penyadapan

Dugaan penyadapan ilegal itu menyasar anggota Komisi III DPR. Bahan berita tidak merinci berapa anggota dewan yang menjadi sasaran maupun identitas mereka.

Listyo Sigit disebut melakukan penyadapan bersama dua jenderal bintang dua aktif Polri. Tidak ada keterangan lebih lanjut soal peran masing-masing pihak dalam dugaan tersebut.

DPR Menahan Diri Sebelum Ada Penjelasan Resmi Polisi

Meski mengaku kecewa, Habiburokhman menegaskan tidak akan berasumsi lebih jauh sebelum ada penjelasan resmi dari kepolisian. Ia memilih menunggu keterangan institusi sebelum menyimpulkan apa pun.

Sikap itu menandai posisi Komisi III DPR yang belum mengambil kesimpulan atas kabar penyadapan. DPR, menurut Habiburokhman, masih menempatkan penjelasan resmi Polri sebagai rujukan utama.

Desakan agar Polri Buka Keterangan

Kabar penyadapan ini mencuat di tengah sorotan terhadap mantan Kapolri tersebut. Bahan berita menyebut dua jenderal bintang dua aktif turut diduga terlibat, sehingga publik menunggu bagaimana Polri menjelaskan duduk perkara.

Hingga pernyataan Habiburokhman disampaikan, belum ada keterangan resmi dari Mabes Polri soal dugaan penyadapan terhadap anggota Komisi III DPR. Komisi III DPR akan menjadi forum pertama yang mempertanyakan hal ini ke institusi kepolisian.

Habiburokhman tidak menyebut langkah lanjutan yang akan diambil komisinya, termasuk apakah akan memanggil pihak-pihak terkait. Ia hanya memastikan DPR tidak akan berspekulasi sebelum penjelasan resmi keluar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index