Persija Jakarta Klaim Lunasi Utang ke Mantan Pemain Usai Disentil APPI

Persija Jakarta Klaim Lunasi Utang ke Mantan Pemain Usai Disentil APPI
Manajemen Persija Jakarta merespons rilis APPI soal tunggakan hak pemain melalui pernyataan resmi yang dipublikasikan Sabtu (7/11).

AKSARATIME.COM — Persija Jakarta memastikan seluruh kewajiban finansial kepada mantan pemainnya telah diselesaikan, sehari setelah Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) merilis daftar klub yang menunggak hak 114 pemain. Klub berjulukan Macan Kemayoran itu menegaskan tunggakan yang dimaksud bukan gaji pokok, melainkan bonus penampilan salah satu pemain.

Rilis APPI yang diunggah pada Jumat (6/11) menempatkan Persija sebagai satu dari tujuh klub yang belum menuntaskan pembayaran upah kepada sejumlah pemain. Sehari berselang, manajemen Macan Kemayoran merespons lewat pernyataan resmi yang dipublikasikan Sabtu (7/11).

Dalam pernyataannya, Persija menyebut kewajiban yang tercatat dalam laporan APPI telah diselesaikan pada hari yang sama dengan terbitnya rilis asosiasi tersebut.

Bukan Gaji Pokok, tapi Bonus Penampilan

Manajemen Persija memberikan klarifikasi soal sifat tunggakan yang dilaporkan APPI. Klub menegaskan kewajiban yang dimaksud bukan upah bulanan pemain.

"Persija juga perlu memberikan penjelasan bahwa kewajiban yang dimaksud dalam laporan tersebut bukan merupakan tunggakan gaji pemain, melainkan bonus penampilan salah satu pemain," tulis Persija dalam rilis resminya.

Meski demikian, klub tetap menyatakan menghormati langkah APPI yang menyoroti pemenuhan hak pesepakbola profesional di Indonesia. Persija menyebut perhatian asosiasi itu sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem sepak bola yang lebih sehat.

Komitmen Tata Kelola Klub Jadi Alasan Persija Cepat Merespons

Persija menempatkan pemenuhan hak pemain sebagai prioritas utama dalam pengelolaan klub. Klub menyatakan komitmen tersebut melekat pada tanggung jawab manajemen sehari-hari, bukan sekadar respons terhadap tekanan eksternal.

"Persija senantiasa menempatkan pemenuhan hak pemain sebagai salah satu prioritas utama dalam pengelolaan klub," demikian pernyataan resmi klub.

"Komitmen tersebut menjadi bagian penting dari tanggung jawab manajemen dalam membangun lingkungan sepak bola profesional yang sehat," lanjut rilis tersebut.

Pernyataan itu muncul di tengah posisi Persija yang saat ini berada di papan atas klasemen Super League. Kondisi finansial klub menjadi perhatian publik karena bersinggungan langsung dengan kesejahteraan pemain.

APPI Catat 114 Pemain di Tujuh Klub Belum Terima Hak

Rilis APPI pada 6 November menjadi pemicu utama pernyataan Persija. Asosiasi yang mewakili kepentingan pesepakbola profesional Indonesia itu mencatat tujuh klub masih menunggak pembayaran terhadap total 114 pemain.

Persija menjadi salah satu nama yang masuk dalam daftar tersebut. Klub lain yang turut disebut belum memberikan pernyataan terbuka seperti yang dilakukan Macan Kemayoran.

Langkah APPI mempublikasikan daftar klub penunggak hak pemain menjadi tekanan tersendiri bagi manajemen klub-klub Super League. Asosiasi berulang kali menekankan bahwa kepastian pembayaran upah adalah fondasi dasar profesionalisme liga.

Dampak ke Klasemen dan Agenda Persija Selanjutnya

Penyelesaian kewajiban finansial ini menghilangkan potensi gangguan administratif bagi Persija di sisa musim. Klub berada di papan atas klasemen dan masih bersaing di jalur atas Super League.

Persija belum merinci nominal bonus yang sempat tertunda maupun identitas pemain yang dimaksud. Klub hanya memastikan tidak ada lagi kewajiban dalam laporan APPI yang belum dituntaskan.

"Dengan demikian, tidak ada lagi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam laporan tersebut yang belum dituntaskan oleh Persija," tulis klub dalam rilis penutupnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index