Kenapa Colokan Listrik Punya Lubang di Ujungnya? Ini Alasannya

Kenapa Colokan Listrik Punya Lubang di Ujungnya? Ini Alasannya
Lubang kecil pada bilah colokan listrik berperan penting dalam proses produksi, bukan untuk mengalirkan arus listrik.

AKSARATIME.COM — Lubang kecil di ujung colokan listrik bukan sekadar hiasan atau tanda merek tertentu. Sebagian besar produsen masih membuatnya karena berperan penting saat proses produksi, bukan untuk mengalirkan arus listrik. Penjelasan soal lubang pada pin colokan ini ternyata menyimpan sejarah panjang standar kelistrikan.

Colokan listrik dengan dua atau tiga pin logam di ujungnya hampir selalu punya lubang kecil di dekat ujung tiap bilah. Banyak orang mengira lubang itu berfungsi mengunci colokan ke stopkontak agar tidak mudah lepas. Anggapan itu tidak sepenuhnya salah, tetapi sudah tidak relevan dengan desain stopkontak modern.

Sejumlah produsen memang masih mencetak lubang pada bilah logam colokan. Fungsinya kini lebih banyak membantu jalannya produksi di pabrik ketimbang memengaruhi cara colokan bekerja di rumah.

Fungsi Utama Lubang di Masa Kini

Saat colokan dibuat, pekerja memasukkan batang penyelaras melalui lubang pada bilah logam. Batang itu menahan posisi bilah agar tetap lurus sebelum plastik dicetak mengelilingi rangkaian tersebut.

Lubang juga dipakai sebagai titik pemasangan label pengunci (lockout tag), mekanisme keselamatan yang lazim di lingkungan industri. Dengan begitu, komponen tetap sejajar dan tidak bergeser selama proses produksi berlangsung.

Proses ini berlaku untuk colokan biasa, termasuk yang menempel pada peralatan rumah tangga seperti penyedot debu, sampai colokan pintar untuk perangkat smart home. Tidak semua pabrikan memakai metode yang sama, tetapi lubang pada bilah logam tetap dipertahankan oleh sebagian besar produsen.

Sejarah Lubang yang Mengunci di Stopkontak

Penjelasan soal lubang yang membantu stopkontak mencengkeram colokan punya dasar historis. Menurut National Electrical Manufacturers Association (NEMA), lubang pada bilah colokan awalnya bekerja bersama tonjolan kecil di dalam stopkontak.

Tonjolan itu masuk ke lubang dan menahan colokan agar tidak mudah lepas. Mekanisme ini dikenal sebagai detent. Belakangan, Underwriters Laboratories (UL) me

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index