Kinerja Kuartal II/2026: Laba Bersih Surge (WIFI) Melesat 118%, Tembus Rp496,7 Miliar

Kinerja Kuartal II/2026: Laba Bersih Surge (WIFI) Melesat 118%, Tembus Rp496,7 Miliar
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) membukukan laba bersih Rp496,78 miliar pada semester I/2026, melonjak 118% yoy berkat lonjakan pendapatan usaha.

JAKARTA— PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang semester I/2026. Emiten penyedia layanan infrastruktur telekomunikasi dan ekosistem digital ini berhasil membukukan laba bersih periode berjalan sebesar Rp496,78 miliar, melesat 118,10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp227,77 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 Juni 2026 yang tidak diaudit, lompatan laba bersih tersebut didorong oleh lonjakan pendapatan usaha neto yang signifikan. Perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,57 triliun per akhir Juni 2026, meningkat hingga 205,94% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp513,46 miliar pada semester I/2025.

Seiring dengan lonjakan pendapatan, beban pokok pendapatan perseroan turut mengalami kenaikan menjadi Rp620,31 miliar dari sebelumnya Rp121,10 miliar. Kendati demikian, perseroan tetap mampu mencetak laba bruto sebesar Rp950,58 miliar, naik 142,27% dibandingkan capaian semester I/2025 yang tercatat sebesar Rp392,35 miliar.

Laba usaha perseroan pun terkerek naik 104,04% yoy menjadi Rp773,22 miliar, dari posisi Rp378,96 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi pembagian atribusi, laba neto periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp331,16 miliar, naik 45,30% yoy dibandingkan periode Juni 2025 yang sebesar Rp227,91 miliar. Sementara itu, porsi laba yang diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali melonjak ke angka Rp165,62 miliar.

Neraca Keuangan Ekspansif

Hingga 30 Juni 2026, total aset WIFI tercatat mencapai Rp20,94 triliun, tumbuh pesat 38,11% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp15,16 triliun.

Peningkatan aset disokong oleh kenaikan aset lancar menjadi Rp11,51 triliun dari Rp8,68 triliun per akhir 2025, yang di antaranya didominasi oleh posisi kas dan setara kas sebesar Rp8,28 triliun. Aset tidak lancar juga mengalami peningkatan signifikan dari Rp6,48 triliun menjadi Rp9,43 triliun, dipicu penambahan aset tetap neto menjadi Rp6,22 triliun serta pos peralatan untuk instalasi sebesar Rp2,38 triliun.

Di sisi liabilitas, total kewajiban perseroan membengkak menjadi Rp11,93 triliun per 30 Juni 2026 dari Rp6,65 triliun per 31 Desember 2025. Peningkatan liabilitas ini terutama disebabkan kenaikan penarikan instrumen pendanaan jangka panjang maupun pendek, seperti utang obligasi, sukuk, serta pinjaman bank guna menunjang ekspansi infrastruktur telekomunikasi perseroan.

Sementara itu, total ekuitas perseroan menguat dari Rp8,51 triliun pada akhir tahun lalu menjadi Rp9,01 triliun per Juni 2026, ditopang oleh akumulasi saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya mencapai Rp1,11 triliun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index