Fjord Peraih Palme d'Or Cannes 2026 Buka Jakarta World Cinema

Fjord Peraih Palme d'Or Cannes 2026 Buka Jakarta World Cinema
Film Fjord karya Cristian Mungiu resmi membuka Jakarta World Cinema 2026 di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (31/10/2026).

AKSARATIME.COM — Film Fjord karya sutradara Cristian Mungiu resmi membuka Jakarta World Cinema 2026 di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (31/10/2026). Karya peraih Palme d'Or Cannes Film Festival 2026 itu diputar di hadapan penonton Indonesia dengan kehadiran Director of Photography Tudor Vladimir Panduru.

Jakarta World Cinema (JWC) 2026 memilih Fjord sebagai film pembuka dalam seremoni yang digelar di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (31/10/2026). Pemutaran berlangsung dengan kehadiran Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama sejumlah figur industri perfilman nasional.

Fjord merupakan karya sutradara Cristian Mungiu yang meraih Palme d'Or, penghargaan utama Cannes Film Festival 2026. Penayangan film ini memberi penonton Indonesia kesempatan menyaksikan langsung salah satu karya yang mendapat pengakuan tertinggi di festival film dunia.

Penghargaan yang Dibawa Fjord dari Cannes

Palme d'Or bukan satu-satunya penghargaan yang diraih Fjord. Film ini juga memperoleh FIPRESCI Prize, Ecumenical Jury Prize, François Chalais Prize, dan Citizenship Prize dalam perhelatan yang sama.

Deretan penghargaan tersebut menempatkan Fjord sebagai salah satu karya paling diperhitungkan dalam sirkulasi festival film internasional tahun ini. Reputasi itu pula yang membuat JWC memilihnya sebagai pembuka, bukan sekadar film pembuka biasa.

Kehadiran Tudor Vladimir Panduru dan Interaksi Lintas Negara

Tudor Vladimir Panduru datang langsung ke Jakarta untuk memperkenalkan Fjord sekaligus berbagi pengalaman soal proses produksi film tersebut. Ia menilai perjalanan sebuah film tidak berhenti saat produksi selesai, melainkan saat bertemu penontonnya.

"Saya sangat senang bisa hadir di Jakarta dan membawa Fjord ke Jakarta World Cinema. Bagi saya, sebuah film tidak hanya selesai ketika proses produksinya berakhir. Film benar-benar menemukan kehidupannya ketika bertemu dengan penonton," ujar Tudor.

Malam pembukaan juga dihadiri sineas Indonesia seperti Kiki Narendra, Faradina Mufti, Morgan Oey, dan Lala Timothy. Pertemuan pelaku film lokal dan internasional itu menjadi bagian dari upaya JWC membuka ruang interaksi industri lintas negara.

Cerita Keluarga Gheorghiu dan Konflik Nilai

Fjord mengangkat kehidupan pasangan Mihai dan Lisbet Gheorghiu yang meninggalkan Rumania untuk memulai hidup baru bersama lima anak mereka di sebuah desa kecil di Norwegia. Kehidupan awal keluarga itu berjalan harmonis, termasuk hubungan baik dengan keluarga tetangga, Halberg.

Situasi berubah setelah Elia, salah satu anak mereka, datang ke sekolah dengan luka memar di tubuhnya. Kecurigaan pun mengarah pada pola pengasuhan keluarga Gheorghiu yang dikenal tradisional dan religius.

Konflik berkembang menjadi benturan pandangan soal agama, pendidikan, kebebasan individu, hingga perlindungan anak. Film yang dibintangi Sebastian Stan dan Renate Reinsve ini mengajak penonton mempertanyakan batas antara keyakinan pribadi, kebebasan, dan tanggung jawab orang tua.

Jadwal Pemutaran Luring dan Daring

Direktur KlikFilm sekaligus Executive Director Jakarta World Cinema, Frederica, menyatakan pihaknya bangga menghadirkan film peraih Palme d'Or sebagai sajian pembuka festival tahun ini. Menurutnya, kehadiran langsung salah satu sosok di balik produksi Fjord memberi pengalaman tersendiri bagi penonton.

"Kehadiran Tudor Vladimir Panduru secara langsung juga menjadi pengalaman yang sangat istimewa bagi kami dan penonton Indonesia. Kami ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyaksikan film-film terbaik dari berbagai negara sekaligus mengenal lebih dekat para sineas yang berada di balik karya-karya luar biasa tersebut," ujar Frederica.

Setelah pemutaran pembuka, JWC 2026 melanjutkan program selama sepekan dengan pilihan film dari berbagai negara. Pemutaran luring berlangsung di CGV Grand Indonesia hingga 7 November 2026, sementara penayangan daring tersedia melalui KlikFilm hingga 21 November 2026.

Frederica menambahkan, festival ini diarahkan bukan hanya sebagai ajang menonton film, tetapi juga ruang mengenal budaya dan persoalan sosial dari sudut pandang berbeda. "Bagi kami, JWC bukan hanya festival untuk menonton film. Ini adalah kesempatan untuk membuka wawasan, mengenal budaya lain, dan melihat berbagai persoalan kehidupan melalui perspektif yang berbeda," ujarnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index