Polisi Buru Ibu di Ketapang yang Tendang Anak Kandung di Depan CCTV

Sabtu, 07 November 2026 | 12:05:01 WIB
Polisi memburu ibu berinsial RO yang diduga menampar dan menendang anak kandungnya di Ketapang.

AKSARATIME.COM — Rekaman kamera pengawas memperlihatkan seorang ibu di Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menampar dan menendang anak perempuannya yang berusia empat tahun. Polisi menyatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu (4/11) sekitar pukul 11.50 WIB dan kini memburu ibu berinsial RO yang diduga sebagai pelaku.

Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama membenarkan peristiwa tersebut sebagai dugaan tindak pidana kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga. Menurutnya, penyidik masih berupaya menemukan keberadaan terlapor.

"Saat ini kami masih melakukan upaya pencarian untuk mengetahui keberadaan terlapor," ujar Putra saat dikonfirmasi.

Rekaman CCTV Tunjukkan Kekerasan Berulang

Rekaman kamera pengawas yang beredar di media sosial memperlihatkan ibu tersebut menampar wajah korban. Setelah itu, ia menendang tubuh anak itu hingga tiga kali.

Kekerasan berlanjut saat korban sudah terjatuh di lantai. Pelaku masih menendang korban dua kali lagi. Anak berusia empat tahun itu terlihat menangis tanpa daya menghadapi perlakuan ibunya.

Dalam rekaman yang sama, sang ibu juga terdengar melontarkan sejumlah perkataan kasar kepada anaknya.

Lokasi dan Waktu Kejadian

Peristiwa itu disebut terjadi di Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang. Polisi mencatat waktu kejadian pada Rabu (4/11) sekitar pukul 11.50 WIB.

Korban diketahui masih berusia empat tahun. Terlapor merupakan ibu kandung korban dengan inisial RO.

Penyelidikan Masih Berjalan

Hingga kini, polisi belum merinci pasal yang akan dijeratkan kepada terlapor. Penyidik juga belum menyampaikan apakah korban sudah menjalani pemeriksaan medis atau pendampingan psikologis.

Kasus ini menambah daftar dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang terekam kamera pengawas dan menyebar luas di media sosial. Polisi meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan RO untuk melapor ke aparat terdekat.

Putra memastikan pencarian terhadap terlapor terus dilakukan. Ia belum memberi keterangan soal kemungkinan penjemputan paksa jika RO tidak kooperatif.

Terkini