AKSARATIME.COM — Aktor Inggris Kirby Howell-Baptiste memerankan Edison, sosok party girl yang muncul singkat namun mengubah arah cerita dalam film Club Kid karya Jordan Firstman. Karakter dengan rambut hijau kepang dan kacamata oversized itu hadir hanya beberapa menit, tetapi berhasil mencuri adegan krusial dari sang sutradara sekaligus pemeran utama. Edison digambarkan sebagai perempuan yang kehilangan seluruh batas sosial akibat bertahun-tahun berpesta.
Film Club Kid mengikuti Peter, seorang promotor klub malam di New York yang kehidupannya berantakan dan tiba-tiba harus menghadapi tanggung jawab baru. Jordan Firstman menulis, menyutradarai, sekaligus memerankan Peter dalam drama komedi coming-of-age yang sarat adegan pesta ini. Di tengah kekacauan hidup Peter, muncul Edison yang diperankan Kirby Howell-Baptiste.
Siapa Edison di Club Kid
Edison digambarkan sebagai perempuan yang sama sekali tidak mengenal norma sosial. Howell-Baptiste menyebut karakternya sebagai perempuan yang tidak pernah tidur dan hanya berpesta. Menurut aktor kelahiran London itu, bertahun-tahun konsumsi narkoba membuat separuh otaknya meleleh dan menghapus semua etiketnya.
Penampilan Edison di layar memang singkat, sekitar seperempat durasi film. Ia datang tanpa diundang ke apartemen Peter dengan rambut hijau kepang dan kacamata oversized, membawa serta seorang anak berusia 10 tahun bernama Arlo yang diperankan Reggie Absolom.
Adegan yang Mengubah Arah Cerita
Di dalam apartemen, Edison mengelilingi ruangan seolah tempat itu miliknya sendiri. Dengan gaya blak-blakan yang justru memicu tawa, ia mengungkap bahwa Arlo adalah anak Peter dan bahwa ia membawa bocah itu dari Inggris untuk tinggal permanen bersama ayahnya.
Peter yang gay dan yakin tidak pernah tidur dengan perempuan langsung membantah. Edison dengan santai menjelaskan bahwa Peter berhubungan seks dengan temannya, Leonine, satu dekade lalu di salah satu pesta saat pengaruh ketamin, kokain, dan GHB membuatnya tidak sadar apa yang terjadi. Edison juga mengabarkan bahwa Leonine telah mengakhiri hidupnya pekan sebelumnya setelah lama bergulat dengan masalah kesehatan mental.
Di tengah pengungkapan yang mengubah hidup itu, Edison tetap menawarkan kokain kepada Peter. Peter yang syok menolak. Howell-Baptiste menyebut momen tersebut sebagai salah satu bagian paling lucu dalam film karena timing-nya yang nyaris tidak masuk akal.
Karakter yang Terasa Nyata
Howell-Baptiste menilai Edison sebagai tornado berjalan yang merupakan gabungan beberapa orang yang pernah ditemui Firstman di dunia pesta. Meski perilakunya kacau, ia merasa karakter itu tetap terasa nyata dan dekat dengan pengalaman banyak orang.
Setelah adegan apartemen, Edison tidak muncul lagi secara langsung. Namun jejaknya terus terasa ketika Peter mencari-cari dirinya di berbagai pesta rumah di New York. Dari cerita orang-orang, terungkap bahwa Edison berkali-kali diusir dari berbagai tempat karena kelakuannya terlalu berlebihan untuk ditangani.
Howell-Baptiste mengaku tidak mengenal Firstman saat diminta audisi pada pertengahan 2025. Ia tidak banyak bermain media sosial sehingga melewatkan popularitas Firstman selama pandemi COVID-19. Ia baru menonton beberapa video Instagram Firstman dan menilai sang kreator lucu. Proses casting ditangani Carmen Cuba yang menurutnya punya selera sangat baik.
Improvisasi dan Istilah Inggris yang Lolos
Howell-Baptiste mengaku baru menonton versi utuh Club Kid pada September. Kesimpulannya, film ini ditulis oleh orang yang benar-benar tahu cara berpesta. Naskah yang ia terima hampir identik dengan materi audisi, meski ada sedikit improvisasi.
Salah satu tambahan datang dari Howell-Baptiste sendiri, yakni istilah slang Inggris "tops herself" untuk menyebut bunuh diri. Kru sempat bingung karena dalam film yang ditulis pria gay dan merayakan budaya queer, kata "topping" punya makna lain. Ia sempat menawarkan menghapus kata itu, tetapi tetap dipertahankan dan masuk versi final.
Club Kid menempatkan Edison sebagai katalis yang memaksa Peter berhenti berlari dari tanggung jawab. Bagi penonton Indonesia, kehadiran Howell-Baptiste menambah daya tarik film ini di jajaran pemeran pendukung yang singkat tetapi meninggalkan kesan.