Heli TNI AD Jatuh saat Water Bombing Karhutla Kalteng, Dua Prajurit Tewas

Kamis, 05 November 2026 | 10:06:01 WIB
Helikopter Mi-17V5 milik TNI AD jatuh saat menjalankan misi water bombing karhutla di sekitar Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

AKSARATIME.COM — Dua prajurit TNI AD tewas dan satu masih dalam pencarian setelah Helikopter Mi-17V5 jatuh saat melakukan water bombing karhutla di sekitar Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, pada Rabu (4/11). Lima kru lain selamat dan menjalani perawatan di RSUD Kuala Pembuang. Helikopter lepas landas pukul 09.55 WIB dan dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 11.18 WIB.

Pangdam XIII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menyatakan helikopter itu membawa delapan kru saat kecelakaan terjadi. Lima orang sudah dirawat di RSUD Kuala Pembuang, dua dipastikan meninggal dunia, dan satu masih dalam tahap pencarian.

Identitas Korban dan Lokasi Penyemayaman

Dua prajurit yang gugur adalah Letkol CPN (Anum) Dudi Firmansyah dan Kapten CPN (Anum) Nurhafiz Akbar. Jenazah Dudi Firmansyah disemayamkan di Semarang, sementara Nurhafiz Akbar disemayamkan di Bandung.

Prajurit yang masih dicari adalah Sertu (Anum) Heri Prasetyo. Tim gabungan TNI AD bergerak melakukan operasi penyelamatan melalui jalur udara dan laut untuk mempercepat evakuasi seluruh kru.

Kronologi Penerbangan Sebelum Kecelakaan

Kepala Penerangan Kodam XXII Tambun Bungai Kolonel Arh Dodo Sahata Manullang menyebut helikopter milik TNI AD itu mengalami kecelakaan saat mengambil air laut untuk water bombing. Helikopter lepas landas dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB dengan tujuan Telaga Pulang.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.18 WIB di Kabupaten Seruya, Kalimantan Tengah. Hingga berita ini ditulis, penyebab jatuhnya helikopter belum diketahui karena masih dalam proses penyelidikan.

Operasi Water Bombing di Taman Nasional Tanjung Puting

Helikopter Mi-17V5 tersebut bertugas melakukan water bombing di sekitar kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Kawasan konservasi ini menjadi salah satu titik penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.

Zainul menyampaikan insiden terjadi saat pesawat menjalankan misi pemadaman dari udara. "Ya ini ada insiden pesawat MI-17 kebetulan dia bertugas untuk water bombing di sekitar daerah Taman Nasional Tanjung Puting," ucapnya.

Gubernur dan Kapolda Tinjau Lokasi dan Korban Selamat

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan meninjau lokasi kejadian sekaligus menemui korban selamat di RSUD Kuala Pembuang. Gubernur menyampaikan duka mendalam atas insiden tersebut.

"Kami turut berduka yang mendalam," ucap Gubernur Agustiar.

Kapolda Kalimantan Tengah menegaskan akan terus melakukan evakuasi maupun pertolongan kepada korban. Proses pencarian terhadap satu prajurit yang belum ditemukan masih berlanjut hingga kini.

Terkini