AKSARATIME.COM — Pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal rencana pindah ke Israel mewarnai pemberitaan global. Di dalam negeri, Badan Pusat Statistik menegaskan pekerja yang terkena PHK dan beralih ke sektor informal belum tentu masuk kategori pengangguran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan yang memantik perhatian publik internasional. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump berkelakar akan pindah ke Israel dan mencalonkan diri sebagai perdana menteri apabila warga AS sudah tidak menginginkannya.
Dalam kesempatan itu, Trump mengklaim tingkat kepuasan publik Israel terhadap dirinya mencapai 99%. Angka tersebut ia sampaikan tanpa merinci sumber data maupun metodologi penghitungannya.
Pukulan bagi Musk usai Kemenangan Demokrat
Kemenangan besar Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu Amerika Serikat disebut menjadi pukulan bagi miliarder Elon Musk. Posisi Musk kini terancam menghadapi pengetatan regulasi hingga penyelidikan terhadap sejumlah perusahaannya.
Tekanan terhadap Musk muncul di tengah perubahan konfigurasi politik di Washington. Sejumlah perusahaan yang ia kendalikan menjadi sorotan setelah hasil pemilu paruh waktu mengubah komposisi kekuatan di lembaga legislatif.
BPS: Korban PHK di Sektor Informal Tetap Dihitung Bekerja
Di dalam negeri, Badan Pusat Statistik memberikan penjelasan soal status pekerja yang kehilangan jabatan lalu beralih ke sektor informal. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud menegaskan, kelompok tersebut belum tentu tercatat sebagai pengangguran.
Menurut Edy, mereka tetap dikategorikan sebagai penduduk bekerja selama memenuhi ketentuan minimal satu jam bekerja dalam seminggu untuk memperoleh penghasilan. Batas satu jam itu menjadi ambang yang dipakai BPS dalam survei ketenagakerjaan.
Penjelasan BPS ini menyoroti perbedaan antara status bekerja secara statistik dan kualitas pekerjaan yang dijalani. Sektor informal menyerap banyak pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja, meski penghasilan dan jaminan sosialnya kerap tidak sepadan dengan pekerjaan formal.
Implikasi bagi Pembacaan Data Ketenagakerjaan
Definisi satu jam bekerja membuat angka pengangguran nasional tidak serta-merta melonjak ketika gelombang PHK terjadi. Pekerja yang beralih menjadi pedagang kecil, pengemudi lepas, atau pekerja harian tetap masuk hitungan penduduk bekerja.
Karena itu, pembacaan data ketenagakerjaan perlu melampaui angka pengangguran terbuka. Indikator seperti jam kerja, tingkat penghasilan, dan cakupan jaminan sosial memberi gambaran lebih utuh soal kondisi pekerja pascaphk.
Pembahasan ketiga topik tersebut disiarkan dalam program Power Lunch CNBC Indonesia edisi Jumat (06/11/2026).