Windows 11 26H2 Berjalan di RAM 128 MB, 3,1% dari Syarat Resmi

Selasa, 03 November 2026 | 19:04:01 WIB
Pengembang NTDEV menjalankan Windows 11 26H2 pada sistem dengan RAM 128 MB dalam eksperimen lewat proyek Tiny11.

AKSARATIME.COM — Pengembang NTDEV berhasil menjalankan Windows 11 26H2 pada sistem dengan RAM hanya 128 MB, jauh di bawah syarat resmi Microsoft sebesar 4 GB. Eksperimen lewat proyek Tiny11 ini tetap bisa memuat Desktop, File Explorer, dan Notepad, tetapi kecepatannya sangat lambat. Hasil ini lebih tepat dibaca sebagai uji batas sistem operasi ketimbang solusi untuk menghidupkan PC lama.

Angka 128 MB menempatkan eksperimen NTDEV pada 3,1% dari kebutuhan RAM minimum Windows 11 yang ditetapkan Microsoft, yakni 4 GB. Pengembang yang dikenal lewat proyek Tiny11 ini memamerkan hasilnya melalui video di YouTube, memperlihatkan instalasi Windows 11 26H2 yang dipangkas habis masih bisa masuk ke Desktop.

Fungsi yang tersisa memang terbatas pada hal paling dasar. Desktop tampil, File Explorer terbuka, menu Start bisa diakses, dan aplikasi Notepad klasik masih berjalan. Di luar itu, sistem diakui berjalan "painfully slow" atau sangat lambat.

Spesifikasi Eksperimen Windows 11 26H2

  • Sistem operasi: Windows 11 26H2 versi yang dipangkas (stripped-down)
  • RAM sistem uji: 128 MB
  • Syarat resmi Microsoft: RAM 4 GB
  • Persentase terhadap syarat resmi: sekitar 3,1%
  • Fungsi yang berjalan: Desktop, File Explorer, menu Start, Notepad

NTDEV tidak merinci komponen apa saja yang dihapus atau dinonaktifkan untuk mencapai hasil ini. Proyek tersebut menumpuk pada pengalaman bertahun-tahun sang pengembang dalam memangkas instalasi Windows.

Bukan Percobaan Pertama

Rekam jejak NTDEV menunjukkan pola uji batas yang konsisten. Pada 2023, Windows 11 sempat dijalankan dengan RAM hanya 176 MB melalui pemangkasan komponen sistem, driver, dan layanan latar belakang secara agresif.

Eksperimen 2023 itu memakai antarmuka penyimpanan IDE untuk menekan jumlah driver yang dibutuhkan. Konsekuensinya, lingkungan desktop standar Windows harus dikorbankan. Pendekatan berbeda dari hasil 128 MB yang kini mempertahankan Desktop.

Bulan lalu, NTDEV juga memamerkan instalasi Windows 11 utuh yang dimampatkan ke berkas ISO seukuran CD-ROM. Build eksperimental dari alat Pico11 yang sedang disiapkan itu berbobot 699.811.840 byte dan tetap menyisakan desktop Windows yang fungsional.

Versi ramping tersebut berhasil boot ke lingkungan desktop dan menjalankan aplikasi dasar seperti Calculator, Settings, Notepad, dan Paint. Pengujian dilakukan di mesin virtual dengan RAM 4 GB, dengan sistem operasi memakai sekitar 883 MB.

Kenapa Hasil Ini Tidak untuk Dipakai Harian

Pemangkasan komponen inti, driver, dan layanan latar belakang selalu menimbulkan trade-off. Fungsi berkurang, kompatibilitas bermasalah, dan performa turun drastis. Pada kasus 128 MB, kelambatan sistem membuatnya tidak layak untuk pekerjaan sehari-hari.

Microsoft sendiri menetapkan RAM 4 GB sebagai ambang minimum resmi Windows 11. Menjalankan sistem jauh di bawah angka itu berarti menghapus banyak lapisan yang sebenarnya menopang stabilitas dan keamanan.

Nilai eksperimen NTDEV terletak pada pemetaan seberapa banyak Windows bisa dibuang tanpa kehilangan fungsi inti. Hasilnya berguna sebagai rujukan teknis, bukan sebagai alternatif instalasi standar.

Siapa yang Perlu Memperhatikan

Pengguna rumahan yang mencari cara menghidupkan laptop lama sebaiknya tidak meniru langkah ini. Instalasi standar Windows 11 dengan RAM 4 GB ke atas tetap jalur paling aman untuk pemakaian harian.

Eksperimen semacam ini lebih relevan bagi pengembang, peneliti sistem operasi, dan penghobi yang ingin memahami batas rekayasa Windows. Bagi mereka, angka 128 MB menjadi bukti bahwa lapisan Windows masih bisa ditekan jauh melampaui batas resmi.

Terkini