Bulog Semarang Pegang Stok Beras 81.600 Ton, Cukup sampai Panen 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 22:56:01 WIB
Stok beras Bulog Kancab Semarang tercatat 81.600 ton dengan kapasitas gudang mencapai 105.000 ton.

AKSARATIME.COM — Stok beras yang dikelola Perum Bulog Kantor Cabang Semarang mencapai 81.600 ton, cukup menopang kebutuhan empat hingga lima bulan ke depan. Dengan penyaluran 20.000–22.000 ton per bulan, cadangan itu diperkirakan bertahan hingga musim panen Februari–Maret 2027.

Dengan rata-rata pengeluaran 20.000 hingga 22.000 ton per bulan, cadangan tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan selama empat sampai lima bulan ke depan. Perhitungan itu menempatkan titik pengisian ulang stok pada periode panen raya 2027.

Ketahanan Stok Empat sampai Lima Bulan

Yudha menegaskan ketahanan stok di kantor cabang Semarang bergantung pada laju penyaluran bulanan. Angka 81.600 ton memberi ruang cukup lebar sebelum gudang kembali diisi hasil panen.

"Jadi ketahanan di Kancab Semarang sendiri, kantor cabang Semarang sendiri, ini bisa mencapai kurang lebih empat bulanan, empat sampai lima bulan lagi," kata Yudha saat ditemui di Gudang Bulog Tambak Aji, Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 30 Oktober.

Penyaluran terbesar di wilayah kerja Bulog Kancab Semarang berasal dari program bantuan pangan pemerintah. Cadangan Beras Pemerintah juga dipakai untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, penanganan bencana alam, serta kebutuhan tertentu lainnya.

Panen Grobogan Jadi Penanda Awal Pengisian Ulang

Yudha memperkirakan stok yang tersedia kini dapat menopang kebutuhan hingga periode musim panen berikutnya. Bulog Kancab Semarang baru bisa kembali mengisi stok ketika panen raya berlangsung pada Februari atau Maret 2027.

"Artinya kalau kita hitung dari sekarang, maju ke depan, ini akan jatuh kepada saat musim panen, musim MT1 nanti kurang lebih di Februari atau Maret ya," ujarnya.

Sebagian wilayah kerja sudah mulai memasuki masa panen. Grobogan menjadi daerah pertama yang panen pada awal September hingga Oktober. Setelah Grobogan, Bulog belum mencatat daerah lain yang masuk masa panen.

"Di wilayah yang kemarin sudah mulai panen di awal-awal September ke Oktober ini ada di Grobogan. Tapi setelah itu belum ada lagi," ucap Yudha.

Delapan Kompleks Gudang dengan Kapasitas 105.000 Ton

Untuk mendukung penyimpanan, Bulog Kancab Semarang mengoperasikan delapan kompleks pergudangan yang tersebar di Semarang, Demak, dan Bawen. Total kapasitas penyimpanan mencapai sekitar 105.000 ton.

Kapasitas itu masih menyisakan ruang sekitar 20.000 ton. Ruang tersebut disiapkan untuk menampung hasil panen dari wilayah yang mulai memasuki masa panen.

Kebutuhan fasilitas tambahan muncul setelah serapan gabah Bulog secara nasional menembus 4 juta ton. Untuk menampung hasil serapan, Bulog memanfaatkan gudang sewa maupun gudang milik pihak lain melalui skema pinjam pakai.

"Karena saking banyaknya jemput gabah, kemarin sampai kita bisa mencapai 4 juta ton ini, fasilitas-fasilitas yang kita punya harus ditambah kembali, harus ditambah kembali dengan beberapa gudang sewa ataupun gudang milik kita pinjam pakaikan seperti itu," jelasnya.

Dengan kapasitas gudang 105.000 ton dan stok terisi 81.600 ton, Bulog Kancab Semarang menjaga bantalan cadangan sekaligus menyiapkan ruang bagi hasil panen Grobogan dan daerah lain yang menyusul.

Terkini