AKSARATIME.COM — Masyarakat bisa mengetahui kelompok desil kesejahteraannya melalui dua situs resmi pemerintah tanpa perlu memasang aplikasi Cek Bansos. Pengecekan hanya bermodal nama sesuai KTP atau Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan bisa dilakukan lewat HP maupun laptop. Informasi desil menentukan apakah seseorang masuk sasaran Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, Kartu Jakarta Pintar (KJP), hingga BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Pengecekan desil dapat dilakukan melalui laman Kementerian Sosial (Kemensos) atau Badan Pusat Statistik (BPS). Pengguna cukup memasukkan nama sesuai KTP atau NIK untuk melihat hasilnya, tanpa harus mendaftar akun lebih dulu.
Dua Jalur Pengecekan: Kemensos dan BPS
Situs Cek Bansos Kemensos menyediakan pencarian data berdasarkan identitas dan alamat kependudukan. Sebelum mulai, siapkan data kependudukan agar pengisian tidak terhenti di tengah jalan.
- Buka browser melalui HP atau laptop.
- Kunjungi cekbansos.kemensos.go.id.
- Tentukan provinsi dan kabupaten/kota sesuai KTP.
- Masukkan nama sesuai KTP atau NIK, lalu jalankan pencarian.
Jalur kedua lewat laman BPS. Pengecekan di BPS juga memakai data kependudukan sebagai kunci pencarian, sehingga hasil yang muncul bisa dibandingkan dengan data Kemensos.
Mengapa Desil Menentukan Bantuan
Desil adalah pengelompokan kesejahteraan rumah tangga yang dipakai pemerintah untuk pendataan dan penentuan penerima sejumlah program bantuan. Pembagiannya punya ketentuan tersendiri, tidak sekadar urutan pendapatan.
Masyarakat dalam desil 1-4 termasuk kelompok yang berhak atas PKH dan bantuan sembako. Sementara desil 1-5 menjadi kelompok sasaran BPJS Kesehatan PBI dan sejumlah program kesejahteraan sosial lainnya.
Karena itu, informasi desil penting diketahui warga. Kesalahan data bisa membuat seseorang kehilangan akses bantuan yang seharusnya ia terima, atau sebaliknya, masuk daftar padahal kondisi ekonominya sudah berubah.
Ketidaksesuaian Data Masih Jadi Persoalan
Ketidaksesuaian data masih ditemukan di lapangan. Sejumlah warga berpenghasilan rendah dilaporkan masuk desil 6-10, sementara sebagian warga yang tinggal di kolong tol bahkan tidak tercatat dalam kelompok desil dan belum pernah menerima bansos.
Temuan semacam ini menunjukkan pendataan belum sepenuhnya rapi. Warga yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan hasil pengecekan perlu memeriksa informasi kesejahteraannya secara berkala, bukan hanya saat bantuan sudah telanjur tidak turun.
Yang Perlu Disiapkan Sebelum Mengecek
Pengecekan tidak memerlukan aplikasi tambahan. Cukup browser, koneksi internet, dan data kependudukan yang valid. Pastikan nama yang dimasukkan sama persis dengan yang tercantum di KTP, termasuk ejaan dan spasi, agar hasil pencarian tidak meleset.
Jika hasil pencarian kosong atau tidak sesuai, warga dapat mendatangi kantor desa atau kelurahan untuk menanyakan status pendataannya. Petugas setempat yang mengetahui alur pemutakhiran data di wilayah masing-masing.
Pemeriksaan rutin membantu warga memahami posisi kesejahteraannya dalam data pemerintah. Dengan begitu, keberatan atas data yang dianggap keliru bisa diajukan lebih awal, sebelum jadwal penyaluran bantuan berikutnya berjalan.