AKSARATIME.COM — Sembilan personel tim rescue Basarnas Bali dikerahkan ke Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Kabupaten Badung, untuk mencari dua wisatawan yang diduga tertimbun material longsor. Tim berangkat dari Pos Jimbaran setelah laporan resmi diterima pukul 06.10 Wita, dengan perkiraan waktu tempuh sekitar dua jam menuju lokasi. Hingga pendataan awal, baru satu korban teridentifikasi atas nama Bangkit Mubarok (30), warga negara Indonesia.
Kepala Kantor Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya menyatakan tim rescue diberangkatkan menyusul laporan pemilik penginapan bahwa tebing di sekitar area penginapan mendadak longsor dan menimbun satu unit yang sedang diisi dua pengunjung.
Lokasi kejadian berada di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, wilayah Badung utara. Medan menuju titik longsor tergolong curam sehingga perjalanan tim diperkirakan memakan waktu lebih lama dari biasanya.
Pencarian Mandiri Pengelola Terhenti karena Cuaca
Sebelum tim Basarnas tiba, pengelola glamping bersama unsur BPBD Kabupaten Badung, Camat Petang, dan Polsek Petang sempat melakukan pencarian awal secara mandiri. Upaya itu dihentikan sementara karena curah hujan masih tinggi dan akses jalan ke titik longsor amat curam.
Kondisi medan yang membahayakan keselamatan membuat pengelola akhirnya menghubungi Basarnas untuk meminta bantuan pencarian dan penanganan teknis SAR.
Longsor dipicu cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur kawasan Desa Pelaga dan sekitarnya sejak Minggu malam (1/11/2026). BMKG Wilayah III Denpasar sebelumnya mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat disertai angin kencang yang merata di kawasan tengah Bali, termasuk wilayah Petang.
Satu Korban Teridentifikasi, Satu Belum Diketahui
Dari pendataan sementara di lokasi, Basarnas Bali baru berhasil mengidentifikasi satu korban, Bangkit Mubarok, laki-laki berusia 30 tahun. Identitas pengunjung lainnya yang ikut tertimbun belum diketahui, baik status kewarganegaraan maupun data personalnya.
"Sementara baru diketahui satu identitas korban atas nama Bangkit Mubarok, WNI, laki-laki, usia 30 tahun," ucap Sidakarya.
Informasi awal mengenai peristiwa ini berasal dari laporan pemilik glamping, Kadek Suardika, yang menyampaikan tebing di sekitar area penginapan longsor dan langsung menimbun unit penginapan yang sedang ditempati dua pengunjung.
Pencarian Disesuaikan dengan Perkembangan Cuaca
Basarnas Bali menegaskan proses pencarian dan pertolongan terhadap kedua korban akan terus disesuaikan dengan perkembangan situasi cuaca serta keselamatan personel di lapangan. Prioritas tetap diberikan pada keselamatan tim SAR selama operasi berlangsung.
"Proses pencarian dan pertolongan akan kami optimalkan penuh dengan tetap memprioritaskan keselamatan personel tim SAR di lapangan," tutur Nyoman Sidakarya.
Wilayah Petang dan sekitarnya dikenal sebagai kawasan perbukitan dengan kontur lereng curam, sehingga rawan longsor saat curah hujan tinggi. Peringatan dini BMKG masih berlaku selama hujan lebat berpotensi terjadi di kawasan tengah Bali.