Gol Menit 89 Fabio Silva di Klassiker Bisa Jadi Titik Balik Kariernya di Dortmund

Senin, 02 November 2026 | 17:04:32 WIB
Gol Fabio Silva pada menit ke-89 menyelamatkan Dortmund dari kekalahan di Allianz Arena.

AKSARATIME.COM — Fabio Silva mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-89 saat Borussia Dortmund menahan Bayern Munich 2-2 dalam Der Klassiker di Allianz Arena. Gol tersebut menjaga rekor tak terkalahkan Dortmund dan disebut sebagai momen paling penting dalam karier penyerang Portugal berusia 24 tahun itu.

Bayern Munich unggul lebih dulu lewat gol Harry Kane, tetapi Dortmund bangkit melalui Serhou Guirassy sebelum Silva menyelesaikan aksi individunya dengan tembakan kaki kiri ke sudut jauh gawang. Hasil ini mempertahankan catatan tak terkalahkan Dortmund di Bundesliga musim ini.

Sentuhan Pertama Silva yang Membuka Ruang Tembakan

Kiper Dortmund, Gregor Kobel, menyebut gol itu sebagai hadiah atas kerja keras Silva selama ini. Menurut Kobel, penyerang butuh gol untuk membangun rasa percaya diri, dan mencetak gol di kandang Bayern adalah cara terbaik untuk membuktikannya.

Silva sendiri mengakui gol tersebut punya arti besar bagi posisinya di tim. Ia sempat ragu soal masa depannya di Dortmund sebelum berbicara dengan pelatih dan direktur olahraga pada bursa transfer lalu.

"Saya duduk dengan pelatih, dengan direktur olahraga, dan kami bicara luar biasa sebelum bursa tutup," ujar Silva.

Dari Wonderkid Wolves ke Pencari Jati Diri di Tujuh Liga

Wolves merekrut Silva dari Porto saat ia baru 18 tahun dengan mahar 30 juta poundsterling. Ketua klub kala itu menyebutnya talenta generasi. Ia sempat masuk nominasi Golden Boy, label yang menempel erat pada status wonderkid.

Namun debut di Premier League datang terlalu cepat. Dari 62 penampilan, Silva hanya mencetak empat gol. Ia dipinjamkan ke Anderlecht, PSV, dan Rangers dengan hasil naik-turun sebelum menunjukkan tanda kebangkitan di Las Palmas.

Kepindahan permanen ke Dortmund tahun lalu membuatnya mencatat liga Eropa ketujuh. Musim pertamanya di Bundesliga sebagian besar dihabiskan di bangku cadangan, dan bursa transfer musim panas sempat membuka peluang kepergian.

Duet dengan Guirassy Jadi Kunci Menambah Menit Bermain

Silva kini melihat dirinya sebagai perpaduan nomor 9 dan nomor 10. Peran itu membuka peluang bermain berdampingan dengan Guirassy, bukan sekadar menjadi pelapis.

Musim lalu keduanya hanya empat kali jadi starter bersama. Musim ini mereka sudah tiga kali turun sejak awal, dan Dortmund menang di semuanya. Guirassy bahkan tetap di lapangan bersama Silva saat laga di Munich, setelah lebih dulu menyamakan kedudukan.

"Ketika saya bersama Serhou di lapangan, saya pikir kami berpadu sangat baik. Saya tahu Serhou salah satu pemain terbaik di dunia di posisinya, dan saya belajar darinya setiap hari," kata Silva.

Kekecewaan di Bangku Cadangan yang Tetap Diakui

Silva tidak menyembunyikan frustrasinya. Ia mengaku lebih memilih menjadi starter ketimbang cadangan, dan menilai sikap sebaliknya berarti tidak jujur.

"Momen-momen pertama saya marah, tapi setelah itu saya selalu berusaha positif. Karena saya tahu saya bisa penting untuk tim," ujarnya.

Dengan kontribusi di laga melawan Bayern, Silva berharap peluangnya bertambah. Ia menegaskan masih punya banyak hal untuk diberikan kepada klub berpendukung besar itu.

Terkini